Ketika Anda Merasa Seperti Putus Asa

Posted by Doa Kristiani Wednesday, April 10, 2013 0 komentar
Apakah anda pernah mengatakan kata-kata berikut ini, saya tidak bisa lagi menanggung penderitaan ini? Aku tidak memiliki kesempatan lagi? Saya merasa ingin menyerah? Pada titik tertentu, kita semua telah dihadapkan dengan godaan untuk melempar handuk (menyerah) ketika hidup diperhadapkan dengan peristiwa kehidupan yang tak terduga, dan rasa sakit emosional yang membuat kita merasa kosong, sedih, kesepian, dan akhirnya hidup terasa hampa. Selama masa-masa itu kita bergumul dengan mencoba memahami cobaan dan kesulitan yang kita hadapi. Kita menanyakan Tuhan, meminta Dia menginsafkan kita apa yang telah kita lakukan. Kita berdoa, berpuasa, ibadah, dan mendengarkan firman-Nya yang menyinggung keadaan kita. Namun tetap saja, tidak ada perubahan. Keadaan yang paling hampa dalam hidup saya adalah ketika saya dihadapkan dengan keadaan dimana setiap orang yang saya rasa mencintai dan peduli pada saya tiba-tiba tidak lagi pernah saya temukan. Padahal pada masa-masa itu saya membutuhkan mereka untuk mendukung dan memotivasi saya. Selama berjam-jam merenungkannya, secara emosional saya pasrah untuk bergantung pada Yesus, tapi seolah-olah Dia tampak jauh. Dengan semangat yang kecil saya mengulurkan tangan saya dan mengangkat tangan sambil menangis dan memohon kepada Tuhan untuk membantu saya, namun sepertinya Dia tidak menjawab. Apabila anda menghadapi tantangan; * Ingatlah, Tuhan mengijinkan kita mengalami rasa sakit yang menyayat hati, namun bukan karena Dia menghukum kita atau menikmati dan menonton kita menderita, tetapi karena rencana-Nya adalah untuk melihat kita dimurnikan, belajar untuk kuat dan tegar, serta membuat kita menjadi orang-orang yang dapat dipakai untuk kemuliaan-Nya. Pengalaman yang menyakitkan melatih kita untuk menjadi orang yang sebagaimana direncanakan Allah. Jadi jangan takut, sebab Tuhan menyertai kita, jangan kecewa, karena Dialah Allah kita. Dia akan menguatkan kita dan membantu kita, Dia akan memegang kita dengan tangan kanan-Nya ” Yesaya 41:10. * Apapun yang kita hadapi saat ini bukanlah kesalahan. Ketika Allah memegang kehidupan anda dengan tangan-Nya, maka keadaan tersebut bukanlah sebuah kesalahan. Semuanya memiliki tujuan yang telah ditetapkan dan segala sesuatu yang terjadi adalah keadaan yang seharusnya terjadi. “Kita tahu bahwa di dalam segala sesuatu Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan untuk kita yang mengasihi Tuhan dan yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8:28. * Pengalaman yang menyakitkan kadang-kadang membuat kita terkejut, tetapi Allah sudah melihatnya sebelum kita dibentuk di dalam rahim. Dia tahu segala sesuatu yang harus kita hadapi dalam hidup ini dan hal tersebut berguna untuk memperlengkapi kita untuk menggenapi panggilan dalam hidup kita. * Kadang-kadang selama masa-masa sulit, Allah sengaja akan menjauhkan orang-orang yang kita andalkan, untuk membuktikan kepada kita bahwa Dia adalah Allah bagi semua hal dalam kehidupan kita. Dia ingin kita bergantung sepenuhnya kepada-Nya dalam dalam segala hal dan situasi. Setelah kita melewati masa sulit tersebut, kita dapat mengatakan bahwa Allah menyertai dan menolong kita melalui cobaan-cobaan. Meskipun Tuhan memakai orang lain untuk memotivasi kita dalam melalui masa-masa sulit, Dia ingin kita melaluinya sendiri untuk maksud kemuliaan dan kehormatan bagi-Nya. * Cobaan, meskipun sangat menyakitkan, namun itu dirancang untuk memaksa kita kedalam berkat Tuhan yang disediakan-Nya bagi kita. Cobaan-cobaan tidak dirancang untuk membuat kita menjadi kepahitan, benci, marah, atau tidak dapat memaafkan, tetapi untuk membawa kita ke zona kelimpahan baik secara rohani maupun jasmani. Saat yang paling suram dalam hidup kita diibaratkan seperti tanah yang subur. Meskipun tanah yang subur tersebut diberi berbagai kotoran, namun memungkinkan bunga-bunga yang indah untuk tumbuh dengan baik. Kreasi yang indah telah membuahkan kita dapat keluar dari badai kehidupan. * Ketika kita dihadapkan dengan keadaan yang tak terduga, ini adalah waktu dimana kita harus berpegang teguh kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi. Kita harus mengenakan perisai iman, berbaju jirah kebenaran, dan menarik pedang, yang merupakan firman Allah, atas keadaan kita. Kita adalah tentara yang dilengkapi untuk menangani semua kesulitan hidup, tetapi untuk dapat memenangkan pertempuran, kita harus memanfaatkan kekuatan Tuhan yang telah memperlengkapi kita. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Apakah kesulitan atau penderitaan atau penganiayaan atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya atau pedang? Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami menghadapi maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan. Tetapi dalam semua hal kita lebih dari pemenang oleh Dia yang mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat atau setan, baik masa kini maupun masa depan, maupun kekuasaan, baik di atas maupun di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. “Roma 8:35-39 Ketika Musuh Menggoda Anda untuk Putus Asa Jika anda tergoda untuk putus asa, ingatkan iblis bahwa kuasanya atas anda sudah dikalahkan di kayu salib. Klaim firman Allah dengan memohon darah Yesus atas kehidupan Anda, anak Anda, keuangan Anda, dan sikap Anda. Pada saat badai mulai menerpa, dan kita merasa resah dan takut sebelum badai tiba, kita perlu mendisiplinkan diri untuk menahan rasa pahit, benci, dan marah. Pada saat yang sama, Allah memahami rasa sakit, frustrasi, dan kelemahan kita. Dia tidak kesulitan dengan kemalangan yang menimpa kita. “Banyak penderitaan yang dialami oleh orang-orang benar, tetapi Dia-lah Allah yang menuntun keluar dari permasalahan mereka.” Mazmur 34:19. Ini berarti bahwa pencobaan akan datang untuk menguji kita, mengajari kita untuk bertumbuh. Besi menajamkan besi. Cobaan dan kesengsaraan tak akan berlangsung lama, dan kita menjadi perhiasan yang diukir oleh tangan Tuhan yang menjadi sebuah karya yang sempurna. Saya yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan disingkapkan di dalam kita. Roma 8:18. Ratapan 3:22 “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya “ Ketika kita memuji dan memuliakan Tuhan pada saat-saat paling sulit dalam hidup kita, maka Dia akan menunjukkan kepada kita pelangi sehabis hujan. Serahkanlah segalanya kepada Allah dan jangan pernah menyerah. Setan menggunakan keputusasaan dalam kehidupan orang percaya untuk membuat kita berpaling dari Allah. Setan mencoba membujuk kita untuk percaya bahwa Allah tidak peduli terhadap kita, dan ketika kita berdoa, setan mnyuintik pikiran kita bahwa kita hanyalah berbicara yang tak dihiraukan oleh Tuhan. Setan adalah bapa segala dusta. Tetaplah setia di saat-saat sulit, berdoa tanpa henti, firman Allah berkuasa atas semua keadaan anda, dan Tuhan akan selalu memberikan kemenangan. Sering kali kita dihadapkan dengan keadan dimana kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan, namun sebenarnya pada saat itu kita tidak harus melakukan apa-apa. Diamlah dan ketahuilah, bahwa Dia adalah Allah yang akan bertindak atas semua cobaan itu. Meskipun ia mendatangkan kesedihan, ia juga akan menunjukkan belas kasihan menurut besar kasih setia-Nya. Karena Ia tidak rela penderitaan atau kesedihan ada pada manusia.

(Ratapan 3:32) Doa Ya Bapa.. Engkaulah Tuhan yang berkuasa atas segalanya. Aku percaya bahwa Engkau akan mengangkat segala kesulitan dan penderitaanku, sebab Engkau Allah yang penuh belas kasihan dan tetap setia kepada orang-orang benar. Kubersyukur kepada-Mu Tuhan untuk segala pencobaan yang kualami, Karena aku yakin Engkau melatihku untuk menjadi apa yang Kau kehendaki dalam hidupku. Di dalam Yesus Kristus aku berdoa, Amin

0 komentar:

Post a Comment

Lagu Rohani

Kidung Jemaat

Nama Bayi Kristen